Wednesday, August 6, 2014

Harapan Katty Perry "Temukan Cintanya Kembali"

Liputan6.com, Los Angeles Sejak bercerai dengan mantan suaminya Russell Brand, memberikan Katy Perry traumatis tersendiri terhadap sebuah hubungan. Namun ia segera menemukan cintanya kembali bersama John Mayer.
Sayangnya, hubungannya dengan John Mayer pun tak berlangsung lama. Katy Perry kini masih menyandang status single. Meski kerap dikabarkan dekat dengan beberapa pria seperti Robert Pattinson dan DJ Diplo, Katy Perry tetap belum bisa menemukan pria yang sesuai pilihan hatinya.
Kali ini, Katy Perry membeberkan sosok lelaki idamannya dalam wawancara bersama Majalah Rolling Stone edisi Agustus 2014. Bagi pelantun hits Teenage Dream ini rupanya sangat mengingingkan mempunyai pasangan hidup yang mengerti tentang dunia musik. Katy Perry mengaku dirinya sama sekali tidak harus memiliki kekasih seorang selebriti ternama.

"Saya sudah pernah menjalin hubungan dengan orang terkenal. Saya tidak harus mencari orang terkenal untuk jadi pasanganku. Meski pun nantinya ada banyak perbedaan, tetapi saya ingin pria tersebut setidaknya berada dalam bisnis yang sama seperti saya," ungkap Katy Perry seperti dilansir dari Rollingstone.com, Rabu (6/8/2014).
Katy Perry menambahkan dirinya juga ingin dimengerti saat sedang lelah setelah melakukan aktifitasnya sebagai penyanyi. Tak hanya itu, mantan istri Russell Brand tersebut juga mau pasangannya nanti mengetahui dengan pasti seluk-beluknya di industri musik.

"Saya sangat suka dengan seseorang yang juga menegrti musik, karena saya mencintai musik. Jadi, siapa saja yang mempunyai musikalitas tinggi serta benar-benar memahami kekuatan musik, saya langsung bisa tertarik," tutur penyanyi berusia 29 tahun tersebut.
Sebelumnya, Katy Perry juga berhasrat untuk memiliki banyak anak tanpa bantuan pria. Hal ini lantaran dirinya masih trauma untuk kembali menjalin cinta dengan pria karena kerap gagal menjaga hubungannya untuk bertahan lama.
- See more at: http://showbiz.liputan6.com/read/2087432/katy-perry-berharap-segera-menemukan-cintanya-kembali#sthash.vYomzPz1.dpuf

Israel Setujui Perpanjang Gencatan Senjata


Liputan6.com, Kairo - Pejabat Israel yang dirahasiakan identitasnya mengatakan negaranya siap, untuk melakukan memperpanjang gencatan saat ini. Kendati demikian, ia tak merinci berapa lama waktunya.
Dilansir dari VOA News, Kamis (7/8/2014), delegasi Israel dan Hamas juga telah melakukan perundingan di Kairo. Guna memperpanjang gencatan senjata 72 jam yang menyebabkan kerusakan parah selama berminggu-minggu.
Sekretaris-Jendral PBB Ban Ki-moon sebelumnya pada Rabu 6 Agustus, juga mendesak diakhirinya secara siklus kekerasan antara Israel dan Hamas. Ban mengecam lagi serangan mematikan terhadap fasilitas-fasilitas PBB di Gaza yang menampung pengungsi. Ia mengatakan semua pihak harus menghormati PBB dan melindungi warga sipil.
Sejauh ini sudah ada 11 pegawai PBB yang tewas di Gaza akibat konflik tersebut.
Meski dikecam PBB, PM Israel Benjamin Netanyahu justru membela tindakan negaranya di Gaza yang menurutnya bisa dibenarkan dan proporsional dalam merespon serangan oleh Hamas.
Menurut PBB, lebih dari 1.800 orang Palestina telah tewas, dan sekitar 450.000 lainnya mengungsi akibat pertempuran selama empat minggu di Gaza antar militer Israel dan Hamas.
Di pihak Israel, 67 orang termasuk tiga warga sipil juga telah tewas.
- See more at: http://news.liputan6.com/read/2087628/israel-setuju-perpanjang-gencatan-senjata#sthash.v4fpofOJ.dpuf

Pemerintah China mengharamkan iPad dan Sejenisnya , Ini Alasannya!

Beijing - Otoritas China melarang lembaga pemerintahan di negeri itu memakai beberapa gadget buatan Apple. Sebanyak 10 model gagdet Apple termasuk laptop MacBook Air, MacBook Pro, iPad dan iPad Mini tidak boleh digunakan di instansi pemerintahan setempat.

Seperti diberitakan Reuters dan dikutip detikINET, Kamis (7/8/2014), gadget Apple telah dikeluarkan dari daftar pengadaan barang untuk instansi pemerintah, yang didistribusikan oleh Kementerian Keuangan China dan lembaga terkait. 

Larangan pemakaian produk Apple diberlakukan untuk semua instansi pemerintah China, baik yang berada di pusat ataupun di daerah. Lantas, apa alasannya sehingga pemerintah China tiba-tiba mencekal gadget Apple? Rupanya terkait soal keamanan.

Pemerintah Negeri Tirai Bambu itu belakangan membatasi penggunaan produk teknologi asal Amerika Serikat. Sebab, mereka cemas produk dari AS digunakan untuk melakukan pengintaian pada China. AS diketahui memata-matai berbagai negara menurut dokumen yang diungkap oleh Edward Snowden, mantan pegawai CIA yang kini buron.

Juli lalu, media milik pemerintah China juga sempat menyatakan bahwa ponsel Apple iPhone merupakan ancaman bagi keamanan negaranya. Hal ini terkait dengan kemampuan iPhone dalam melacak lokasi para penggunanya.

Laporan dari CCTV, televisi milik pemerintah, mengkritik fungsi iPhone bernama Frequent Locations. Fungsi ini mengumpulkan data kemana user pergi dan berapa lama berada di sebuah tempat. 

"Data tersebut sangat sensitif. Jika data semacam itu diakses, bisa saja mengungkap situasi ekonomi seluruh negara, bahkan juga rahasia negara," sebut CCTV.

Mendengar kabar miring itu, Apple segera memberi tanggapan untuk menenangkan konsumen mereka di China. Apple dengan tegas membantah telah menggunakan data user untuk tujuan tertentu.

Berita Palestina Terbaru: Perundingan Hamas Dan Israel di Kairo

Berita Gaza terbaru, buntut kesepatakan genjatan senjata selama 72 jam, delegasi Israel dan Palestina bertemu hari , Rabu (6/8) di Kairo, Mesir untuk lakukan perundingan. Sejumlah diplomat AS dan PBB ikut dalam perundingan yang ingin capai tujuan perjanjian yang berlaku lebih lama.
Disamping itu dialog antara dua kubu yang sedang berkonflik tersebut juga menbahas sejumlah isu-isu mendasar. Berita Palestina terbaru menukil VOA menyebut serangan roket Hamas yang memantik serangan udara oleh Israel sebagai salah satu isu keras yang dibahas. Bisa ditebak jika perundingan berlangsung alot.
Tidak satupun berpendapat jiga dialog berjalan mulus. Israel menuntuk demiliterisasi di Jalur Gaza sementara Hamas meminta keras Israel serta Mesir mencabut blokade mereka yang telah diberlakukan cukup lama di Gaza.
Sementara itu, warga Gaza memanfaatkan momen gencatan senjata untuk pulang ke rumah meski sudah hancur lebur akibat roket-roket Israel. Selama serangan militer Israel ke Palestina setidaknya lebih dari 1.800 orang warga sipil Palestina tewassedangkan di kubu Israel hanya 67 warga sipil jadi korban.
Menteri Inggris Mundur
Dari tanah Britania Raya, Sayeeda Warsi, Menteri urusan Agama dan Masyarakat Inggris mengundurkan diri terkait konflik Gaza. Ia menyebut jika kebijakan Inggris soal Gaza secara moral tidak bisa dibenarkan.
Sayeeda mengundurkan diri pada Selasa (5/8) kemarin. Ia memutuskan resign sebab tidak mendukung posisi pemerintah dalam memandang konflik Gaza. Lebib lanjut Warsi menilai jika kebijakan Inggris miliki akibat jangka panjang terhadap reputasi Inggris di masa depan.
PM Inggris David Cameron juga mendapat tekanan luar biasa dari pemerintah koalisinya. Ia diminta mengambil sikap untuk menentang agresi Isreal yang hingga hari ini hampir menelan korban hingga 2.000 jiwa warga Palestina.

JAKARTA- Khatib Syuriah Pengurus Besar Nadlatul Ulama (PBNU), Masdar F Masudi meminta pemerintah tidak melarang Warga Negara Indonesia (WNI) yang ingin berperang di negara lain. 

Pasalnya, itu merupakan hak setiap orang untuk berjalan di atas keyakinannya daripada ditahan itu akan terasa menyiksa.

"Dipersilakan saja, jangan dihalangi, biarkan saja hatinya dia menyatu dengan badannya. Kalau kita tahan kita hanya dapat badannya dan enggak dapat hatinya kan jadi nanggung. Mending siapa yang ingin berperang dengan negara lain, harus difasilitasi oleh negara," katanya usai diskusi bertajuk "Selamatkan Indonesia dari ISIS" di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (6/8/2014).

Namun, setiap warga negara yang ingin berjuang di negara lain, sambung Masdar harus siap dengan konsekuensinya untuk kehilangan status kewarganegaraannya walau biasanya orang-orang yang mau berangkat berperang itu memang sudah tidak butuh lagi status kewarganegaraan. 

"Kalau sudah merasa lebih nyaman dengan ISIS yaudah enggak usah dihalangi," tegasnya.

Masdar mengatakan tak perlu merasa khawatir dengan tindakan orang-orang yang berperang itu kembali mengembangkan atau mengajak warga negara lainnya untuk ikut bergabung karena akses mereka sudah ditutup melalui pencabutan hak kewarganegaraannya. Kalaupun ada warga negara yang memang ingin ikut persilakan saja. "Ya tergantung yang diajak mau atau enggak. Jadi biar sama-sama lega, dia tidak suka di sini, yaudah jangan ditahan di sini. Kalau anda ingin berjuang ke Iraq jangan ditahan, kan sudah kehilangan haknya (WNI-nya)," pungkasnya. (ugo)

Tuesday, August 5, 2014

REPUBLIKA.CO.ID, Tahukah Anda betapa berartinya sebuah pelukan? Aktivitas fisik sederhana yang punya makna dalam, bisa menyalurkan energi penuh cinta dan mengembalikan emosi positif. Bahkan, keajaiban bisa saja terjadi seperti pengalaman Kate Hogg dari Austalia ini seperti dilansir situs apakabardunia.
Pada tahun 2010 Kate Hogg masuk rumah sakit bersalin dan melahirkan anak kembar secara prematur, mengingat usia kandungan baru 27 minggu. Bayi perempuan, Emily berhasil selamat namun tidak bagi bayi laki-laki, Jamie. Tim dokter berupaya keras menyelamatkan Jamie, apa daya nyawanya tak tertolong. Bayi lelaki ini pun diserahkan kepada Kate untuk memberi ucapan perpisahan.
Kate menangis begitu sedih, ia mengambil Jamie dan membekapnya dengan erat di dadanya. Sambil memeluk, Kate berbicara padanya. Ini haruslah jadi perpisahan yang istimewa, demikian kira-kira pikiran Kate.
Setelah beberapa menit, tiba-tiba Jamie bergerak. Betapa bahagianya sang ibu, ia langsung mengambil ASI dengan jarinya dan memberi minum pada sang bayi. Mulut Jamie terbuka menyambut jari Kate dan menjilatinya. Seorang bidan yang sebelumnya dikirim tim dokter untuk menghibur Kate karena kehilangan bayi baru saja datang. Sang bidan pun begitu shock melihat keajaiban ini. 
Peristiwa ini mengajarkan kita betapa hebatnya cinta, kasih sayang. Ketika berbagai peralatan teknologi kedokteran mutakhir masih harus menyerah, sentuhan seorang ibu justru jadi satu-satunya jawaban. Masihkan kita mendustai cinta?

Selain itu, ekosistem game online yang mengusung konsep free to play (FTP) menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian besar gamer.
Liputan6.com, Bangkok - Pro dan kontra terkait game online memang sudah bukan lagi permasalahan baru. Game online dianggap berdampak negatif terhadap para gamer, khususnya generasi muda karena dianggap adiktif dan mengganggu berbagai kegiatan lainnya.

Meski begitu, tak sedikit pula pihak yang beranggapan bahwa sifat adiktif pada game online adalah hal lumrah yang tak perlu ditanggapi terlalu serius. Namun hal ini tidak berlaku bagi pemerintah Thailand.

Menurut yang dilaporkan laman Sidney Morning Herald, Rabu (6/8/2014), pemerintah Thailand telah membangun jaringan CCTV anyar di berbagai penjuru negeri untuk tujuan mengawasi game center tempat para penggila game online berkumpul.

Hal ini dilakukan oleh Departemen Kebudayaan Thailand agar memudahkan para masyarakat, terutama para orangtua dalam mengawasi kegiatan anak-anak mereka selama berada di game center.  

Jaringan CCTV milik pemerintah Thailand ini telah terintegrasi dengan layanan Google Maps. Para orangtua hanya perlu mengakses Google Maps, dan meng-klik ikon CCTV di lokasi-lokasi game center yang telah ditandai.

Untuk sementara tercatat sudah ada sekitar 6.000 game center di Thailand yang terintegrasi dengan CCTV milik pemerintah tersebut. Dengan begini, diharapkan masyarakat dapat turut serta aktif membantu pemerintah dalam menekan resiko negatif dari game online.